Tanda rem mobil bermasalah bisa berupa perubahan kecil yang muncul pelan-pelan: pedal yang terasa sedikit lebih dalam, bunyi tipis ketika berhenti di lampu merah, atau bau tajam setelah menuruni jalan panjang. Karena perubahannya bertahap, pengemudi mudah menyesuaikan diri tanpa sadar, sampai suatu hari mobil tidak berhenti sesuai perkiraan. Yang dibutuhkan pengemudi adalah cara mengenali tanda-tanda itu, mengelompokkannya menurut tingkat urgensi, dan memutuskan kapan mobil masih boleh dibawa ke bengkel dan kapan harus berhenti di tempat.
Seluruh isinya berpijak pada satu pembagian tugas yang tegas. Pemilik dan pengemudi mengamati, mencatat, dan berani memutuskan bahwa mobil tidak dipakai dulu. Keputusan terakhir itu dapat terasa berlebihan pada saat diambil, padahal di situlah peran pemilik paling menentukan.
Pembagian peran: pemilik mengamati, bengkel memeriksa
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 menjadikan efisiensi sistem rem utama dan sistem rem parkir bagian dari persyaratan laik jalan dalam Pasal 64 ayat (2) huruf c dan d. Pasal 67 kemudian menyebut bahwa efisiensi itu harus memenuhi hasil pengukuran dengan perlambatan paling sedikit lima meter per detik kuadrat. Angka tersebut diukur dengan alat uji, bukan dengan perasaan pengemudi. Tidak ada cara bagi pemilik untuk memastikan rem memenuhi syarat hanya dengan mencobanya di jalan kompleks.
Sistem rem modern juga tidak hanya terdiri dari pedal, kampas, dan cakram atau tromol. Ada saluran hidraulik berisi minyak rem, penguat tenaga, sistem antipenguncian roda atau ABS, sensor, dan pada sebagian mobil rem parkir elektrik yang dikendalikan komputer. Pada mobil hibrida dan listrik, pengereman juga dapat melibatkan motor listrik yang mengisi ulang baterai. Kesalahan kecil saat membongkar atau menyetel salah satu bagian dapat menghilangkan kemampuan mobil untuk berhenti.
Karena itu, peran pemilik dibatasi pada hal yang aman dan berguna: memperhatikan perubahan, menuliskannya dengan jelas, dan menahan mobil di rumah bila tandanya serius. Membuka tangki minyak rem, menambah atau mengganti minyak rem, melepas roda untuk melihat kampas, menyetel rem parkir, atau mengganti komponen rem termasuk pekerjaan yang tidak dibahas di sini dan tidak layak dicoba tanpa pelatihan dan alat bengkel.
Peta urgensi tiga tingkat
Tanda yang berbeda menuntut tindakan yang berbeda. Pembagian berikut menempatkan tanda-tanda yang dapat dikenali pengemudi ke dalam tiga tingkat. Pembagian ini adalah pegangan awal yang disusun dari prinsip keselamatan, bukan diagnosis. Buku manual kendaraan Anda dan penilaian bengkel dapat menempatkan suatu tanda di tingkat yang lebih mendesak, dan bila ragu, pilih tingkat yang lebih tinggi.
Tingkat satu: berhenti sekarang
Masuk ke tingkat ini bila pedal tenggelam jauh atau hampir menyentuh lantai, mobil nyaris tidak melambat, asap atau bau terbakar yang kuat keluar dari salah satu roda, atau lampu peringatan rem berwarna merah menyala saat berjalan dan rasa pedal ikut berubah. Kurangi kecepatan dengan hati-hati, menepi di tempat aman, jangan melanjutkan perjalanan, lalu hubungi bantuan atau layanan derek.
Tingkat dua: jangan dipakai sampai diperiksa
Pedal yang lebih dalam atau lebih lunak daripada biasanya, pedal yang tiba-tiba jauh lebih keras sehingga perlu injakan lebih kuat, mobil yang menarik kuat ke satu sisi saat direm, bunyi gesekan logam yang kasar, getaran kuat di pedal atau kemudi ketika mengerem, bercak cairan di sisi dalam roda, dan rem parkir yang tidak menahan mobil di tanjakan termasuk di sini. Parkir mobil, jangan dipakai, dan minta bengkel memeriksa di tempat atau mengatur penderekan.
Tingkat tiga: jadwalkan pemeriksaan dalam waktu dekat
Bunyi mencicit halus yang baru muncul, getaran ringan saat mengerem dari kecepatan tinggi, serta lampu ABS atau lampu sistem bantu rem yang menyala sementara rasa pedal tidak berubah, sejauh buku manual tidak menyatakan lain, termasuk tingkat ini. Kemudikan dengan jarak aman yang lebih besar, hindari perjalanan jauh, dan datang ke bengkel secepatnya.
Tanda di tingkat pertama dipilih karena semuanya menunjukkan bahwa kemampuan berhenti sudah berkurang pada saat itu juga, bukan akan berkurang nanti. Pedal yang tenggelam, mobil yang nyaris tidak melambat, dan roda yang berasap tidak memberi ruang untuk “sampai rumah dulu”. Tanda di tingkat kedua belum tentu menunjukkan kegagalan, tetapi penyebabnya bisa memburuk dengan cepat dan tidak dapat dibedakan tanpa pemeriksaan. Tanda di tingkat ketiga memberi sedikit waktu untuk mencapai bengkel dengan hati-hati, bukan izin menunggu sampai servis berkala berikutnya.
Mencatat gejala agar teknisi dapat menelusurinya
Keluhan “remnya aneh” sulit ditindaklanjuti. Teknisi bekerja lebih cepat dan lebih tepat bila menerima keterangan yang spesifik. Karena gejala rem dapat muncul hanya pada keadaan tertentu, catatan pengemudi bisa menjadi satu-satunya petunjuk tentang keadaan itu. Tuliskan hal-hal berikut sesegera mungkin setelah mobil berhenti dengan aman, bukan sambil mengemudi.
- Kapan gejala muncul: pengereman pertama di pagi hari, setelah hujan atau mencuci mobil, setelah turunan panjang, atau pada setiap pengereman.
- Pada kecepatan berapa kira-kira, dan seberapa kuat pedal diinjak ketika gejala terasa.
- Dari mana arah bunyi atau getaran: depan atau belakang, kiri atau kanan, pedal atau kemudi.
- Apakah gejala berubah setelah beberapa kali pengereman, misalnya hilang atau justru bertambah.
- Apakah ada lampu peringatan yang menyala, dan warnanya.
Bila ada penumpang, mintalah mereka merekam suara dengan ponsel ketika gejala muncul. Pengemudi tidak boleh memegang ponsel. Rekaman singkat yang disertai catatan tempat dan waktu dapat membantu teknisi membedakan bunyi rem dari bunyi lain di sekitar roda.
Contoh berikut dikarang untuk menunjukkan bentuk catatan yang berguna, bukan kejadian nyata: “Selasa pagi, pengereman pertama setelah mobil diparkir semalam di halaman terbuka yang basah. Kecepatan sekitar 30 km/jam, pedal diinjak ringan. Bunyi mencicit dari roda kanan depan, hilang setelah tiga kali mengerem. Tidak ada lampu peringatan. Kejadian yang sama pada Kamis dan Jumat.” Catatan sependek itu sudah menjawab pertanyaan teknisi tentang waktu, keadaan, arah bunyi, dan perubahan setelah beberapa kali pengereman. Bandingkan dengan keluhan “rem bunyi”, yang memaksa teknisi menebak kapan dan di mana harus mencarinya.
Simpan catatan ini bersama riwayat perawatan. Tanggal penggantian kampas atau minyak rem sebelumnya, yang dapat dilihat pada nota bengkel, juga membantu penelusuran. Catatan pengamatan dari pemeriksaan keliling mobil setiap pekan, seperti bercak di lantai parkir atau perubahan rasa pedal saat mobil diam, ikut dibawa.

Pedal yang terasa lain
Pedal adalah bagian sistem rem yang paling dekat dengan pengemudi, sehingga perubahan di sini dapat dirasakan lebih dulu daripada di bagian lain. Kenali rasa pedal mobil Anda ketika keadaannya baik: seberapa dalam kaki turun sebelum rem mulai bekerja, dan seberapa keras pedal terasa pada pengereman biasa. Pengetahuan ini menjadi pembanding.
Lebih dalam atau lebih lunak
Pedal yang turun lebih jauh daripada biasanya, terasa seperti menginjak spons, atau perlahan tenggelam ketika ditahan di lampu merah menandakan ada yang berubah di sistem hidraulik. Penyebabnya dapat berupa udara di saluran, kebocoran, atau komponen yang aus, dan tidak dapat dipastikan tanpa pemeriksaan. Tanda ini termasuk tingkat kedua atau pertama, tergantung seberapa jauh perubahannya. Bila pedal tenggelam sampai mendekati lantai, jangan dipakai lagi.
Keras dan butuh tenaga lebih
Pedal yang tiba-tiba memerlukan injakan jauh lebih kuat untuk menghasilkan pengereman yang sama dapat berkaitan dengan penguat tenaga rem. Mobil mungkin masih bisa dihentikan, tetapi jarak berhentinya bertambah, dan pengemudi tidak tahu seberapa jauh bertambahnya sampai keadaan mendesak. Tanda ini termasuk tingkat dua: parkir di tempat aman, jangan dikemudikan lagi, dan minta bengkel datang atau mengatur penderekan.
Bila perubahan itu terasa saat mobil sedang berjalan, kurangi kecepatan dengan halus, beri jarak yang jauh dari kendaraan di depan, dan berhentilah di tempat aman pertama yang tersedia, bukan di bengkel yang masih beberapa kilometer lagi.
Berdenyut di bawah kaki
Pada mobil yang dilengkapi ABS, pedal dapat berdenyut dan terdengar bunyi dari ruang mesin ketika sistem itu bekerja, misalnya saat mengerem keras di jalan basah. Buku manual mobil yang dilengkapi ABS menjelaskan apakah gejala seperti ini termasuk kerja normal sistemnya. Denyut yang muncul pada pengereman ringan di jalan kering, atau getaran berirama yang terasa setiap kali mengerem dari kecepatan tinggi, berbeda dari itu dan perlu dilaporkan ke bengkel.
Bunyi, getaran, dan tarikan ke satu sisi
Bunyi dari rem memiliki banyak kemungkinan asal, dan tidak semuanya berbahaya. Namun ada bunyi yang tidak boleh dibiarkan. Gesekan logam yang kasar dan berat, seperti logam beradu dengan logam, dapat berarti bahan gesek sudah habis sehingga bagian logam menggerus cakram. Pada titik ini, kemampuan rem berkurang dan kerusakan bertambah dengan setiap pengereman. Tanda ini termasuk tingkat kedua.
Bunyi mencicit tinggi yang baru muncul juga perlu diperhatikan. Sebagian kampas rem dilengkapi penanda keausan yang sengaja menimbulkan bunyi ketika bahan geseknya menipis. Bunyi seperti ini termasuk alasan untuk menjadwalkan pemeriksaan dalam waktu dekat. Bunyi yang hanya muncul pada pengereman pertama setelah mobil kehujanan atau dicuci, lalu hilang, dapat berasal dari lapisan tipis karat di permukaan cakram, tetapi kesimpulan itu tetap perlu dipastikan bila bunyinya tidak hilang.
Getaran yang terasa di pedal atau kemudi ketika mengerem, terutama dari kecepatan tinggi, dapat berasal dari permukaan cakram yang tidak rata atau dari komponen kaki-kaki. Getaran ringan masuk tingkat ketiga; getaran kuat yang membuat kemudi sulit dipegang masuk tingkat kedua.
Mobil yang menarik ke satu sisi saat direm memiliki beberapa kemungkinan penyebab, dari rem di satu roda yang bekerja tidak seimbang sampai tekanan ban yang berbeda antara kiri dan kanan. Sebelum ke bengkel, pastikan keempat ban sudah disetel sesuai label kendaraan dengan pengukuran tekanan ban dalam keadaan dingin. Kalau mobil masih menarik sesudah tekanannya benar, atau tarikannya kuat sejak awal, mobil perlu diperiksa sebelum dipakai lagi.
Tarikan seperti itu berlawanan dengan cara rem dirancang bekerja. Pasal 20 PP 55/2012 mensyaratkan rem utama ditempatkan dekat pengemudi dan bekerja pada semua roda sesuai besarnya beban pada masing-masing sumbu. Rem yang membuat mobil berbelok sendiri menandakan gaya pengereman tidak lagi terbagi sebagaimana mestinya antara roda kiri dan kanan, sehingga yang terganggu bukan hanya kenyamanan, melainkan kemampuan mobil berhenti lurus ketika rem diinjak keras dalam keadaan darurat. Pasal 19 ayat (2) peraturan yang sama juga meminta mobil bertransmisi otomatis dilengkapi sistem yang mampu menurunkan putaran mesin saat pengereman; mobil otomatis yang terasa tetap mendorong ke depan ketika pedal rem diinjak merupakan keluhan yang layak disebutkan kepada bengkel dengan kata-kata itu.
Bau, asap, dan bercak cairan
Bau tajam seperti bahan terbakar setelah menuruni jalan panjang atau setelah pengereman berulang dapat berarti rem terlalu panas. Rem yang terlalu panas dapat kehilangan daya cengkeramnya. Buku manual menjelaskan cara memanfaatkan pengereman mesin, misalnya dengan gigi rendah, ketika menuruni jalan panjang; bacalah bagian itu sebelum bepergian ke daerah pegunungan. Bila bau muncul, kurangi kecepatan, cari tempat berhenti yang aman, dan biarkan rem mendingin. Jangan menyiram roda dengan air dan jangan menyentuh pelek atau bagian di sekitarnya.
Asap yang keluar dari salah satu roda, atau bau terbakar yang kuat dari satu sisi saja, adalah tanda tingkat pertama. Rem di roda itu dapat tetap menjepit walaupun pedal tidak diinjak. Hentikan mobil, jangan melanjutkan perjalanan, dan hubungi bantuan.
Bercak cairan di sisi dalam roda, di bagian belakang pelek, atau di lantai tepat di bawah roda perlu dilaporkan segera. Cairan itu dapat berasal dari sistem rem, dari peredam kejut, atau dari sumber lain, dan pemilik tidak dapat memastikannya dengan melihat. Jangan menyentuh atau mencium cairannya dari dekat. Foto letaknya dan tahan mobil di rumah sampai bengkel menilai.
Lampu peringatan pada sistem rem
Panel instrumen dapat menampilkan lebih dari satu lampu yang berkaitan dengan rem. Ada lampu sistem rem, yang pada sebagian mobil juga menyala ketika rem parkir aktif, lampu ABS, lampu rem parkir elektrik, dan lampu sistem bantu pengereman lainnya. Arti, warna, dan tindakan untuk setiap lampu berbeda antarmodel dan hanya dapat dipastikan dari buku manual Anda.
Sebagai pegangan umum, lampu peringatan rem yang menyala ketika rem parkir sudah dilepas sepenuhnya adalah alasan untuk berhenti dengan aman dan membaca buku manual, apalagi bila rasa pedal ikut berubah. Lampu ABS yang menyala sendirian dapat berarti fungsi antipenguncian tidak aktif sementara rem dasar masih bekerja, tetapi keterangan buku manual Anda yang menentukan. Kedua lampu itu berbeda nasib ketika lampu indikator mobil dipilah menurut prioritas: lampu sistem rem meminta mobil berhenti, sedangkan lampu ABS cukup menjadi alasan membawa mobil ke bengkel secepatnya. Memadamkan salah satunya tanpa perbaikan hanya menyembunyikan masalah.
Rem parkir yang tidak lagi menahan
Rem parkir atau rem tangan menahan mobil saat berhenti dan diparkir. Pada mobil dengan tuas, tanda perubahan dapat berupa tuas yang harus ditarik lebih tinggi daripada biasanya, atau mobil yang masih bergerak perlahan di tanjakan walaupun tuas sudah ditarik. Pada mobil dengan rem parkir elektrik, perubahan dapat muncul sebagai lampu peringatan, pesan di layar, atau bunyi yang berbeda saat rem diaktifkan.
Rem parkir yang tidak menahan termasuk tingkat kedua. Parkir di tempat datar, gunakan posisi parkir transmisi sesuai buku manual, dan minta bengkel memeriksanya. Selama menunggu, jangan mengandalkan posisi parkir transmisi otomatis sebagai pengganti rem parkir di tanjakan; posisi itu dirancang sebagai penahan tambahan, dan buku manual menjelaskan urutan pemakaian keduanya untuk mobil Anda. Menyetel kabel rem tangan atau mengatur ulang rem parkir elektrik termasuk pekerjaan bengkel; pada sistem elektrik, sebagian prosedur memerlukan alat diagnosis khusus.
Pemakaian yang membebani rem
Rem mengubah gerak mobil menjadi panas. Semakin berat mobil, semakin sering dan semakin kuat ia dihentikan, semakin banyak panas yang harus dilepaskan komponen rem dan semakin cepat bahan geseknya berkurang. Pola pemakaian dengan demikian ikut menentukan kapan tanda rem mobil bermasalah mulai muncul, dan informasi ini berguna bagi bengkel.
Keadaan yang membebani rem antara lain membawa penumpang dan barang sampai mendekati batas muatan, rute yang banyak menurun di daerah pegunungan, lalu lintas padat dengan pengereman berulang, dan menarik beban bila kendaraan memang dirancang untuk itu. Tidak satu pun dari keadaan ini berarti rem pasti bermasalah, tetapi masing-masing adalah alasan untuk lebih memperhatikan perubahan rasa pedal, bunyi, dan bau.
Air juga memengaruhi kerja rem. Setelah melewati genangan atau hujan lebat, rem dapat terasa kurang menggigit untuk sementara. Jaga jarak lebih jauh setelah melewati air dan baca buku manual untuk anjuran pabrikan tentang keadaan tersebut. Genangan dalam yang terlanjur dilalui juga perlu disampaikan kepada bengkel pada kunjungan berikutnya, karena air dan lumpur dapat masuk ke bagian rem yang tidak terlihat.
Sampaikan pola pemakaian ini ketika menyerahkan mobil. Bengkel yang tahu bahwa mobil Anda rutin menuruni jalan panjang atau membawa muatan penuh dapat menilai temuan dengan konteks yang tepat.
Pada mobil hibrida dan listrik, sebagian perlambatan dapat dihasilkan oleh motor listrik yang sekaligus mengisi ulang baterai, sementara rem gesek bekerja bersama motor itu atau mengambil alih pada keadaan tertentu. Akibatnya, rasa pedal dan cara mobil melambat bisa berbeda dari mobil bermesin bensin atau diesel, dan perbedaan itu sebagian adalah bagian dari rancangan. Buku manual menjelaskan apa yang normal untuk sistem tersebut, termasuk pesan atau lampu yang muncul bila ada gangguan.
Tanda-tanda pada tiga tingkat tetap berlaku untuk mobil jenis ini: pedal yang berubah dari biasanya, bunyi logam, tarikan ke satu sisi, bau terbakar, atau lampu peringatan rem. Bedanya, pemeriksaan sebaiknya dilakukan bengkel yang teknisinya terlatih untuk sistem bertegangan tinggi.
Satu kebiasaan pengemudi mobil hibrida dan listrik layak diperhatikan. Karena sebagian perlambatan dikerjakan motor listrik, rem gesek dapat jarang bekerja keras dalam pemakaian sehari-hari. Ceritakan pola pemakaian ini kepada bengkel, dan tanyakan apakah buku manual meminta pemeriksaan rem tertentu untuk mobil yang jarang mengerem keras.
Bila gejala muncul di tengah perjalanan
Teknik mengemudi ketika rem tiba-tiba bermasalah bergantung pada sistem kendaraan, misalnya ada tidaknya ABS, jenis transmisi, dan jenis rem parkir. Buku manual menjelaskan apa yang harus dilakukan untuk mobil Anda, dan bagian itu layak dibaca sekarang, di rumah, bukan pada saat kejadian. Prinsip yang berlaku di mana pun adalah tetap memegang kemudi dengan kedua tangan, mengurangi kecepatan sehalus yang memungkinkan, menjaga jarak yang lebih jauh dari kendaraan di depan, dan mencari tempat berhenti yang aman dari arus lalu lintas.
Begitu mobil berhenti, isyarat darurat yang diwajibkan Pasal 121 ayat (1) UU 22/2009 dipasang, dimulai dengan lampu hazard (lampu isyarat bahaya) yang menurut Korlantas Polri memang untuk kendaraan yang sudah berhenti, bukan yang masih melaju; urutan berikutnya, dari segitiga pengaman sampai tempat menunggu derek, mengikuti langkah aman ketika mobil mogok di jalan.
Jangan melanjutkan perjalanan untuk “mencoba” apakah remnya membaik. Hubungi bengkel atau layanan derek, dan bacakan gejala yang sudah Anda catat, termasuk tingkat mana yang menurut Anda paling cocok.
Sesudah pekerjaan rem selesai
Ketika mobil diambil dari bengkel, mintalah penjelasan tentang apa yang ditemukan dan apa yang dikerjakan. Pertanyaan yang berguna antara lain: komponen apa yang diganti, berapa ukuran ketebalan kampas atau cakram yang tersisa pada komponen yang tidak diganti, apakah minyak rem diganti atau hanya diperiksa, dan apakah ada temuan lain yang perlu dipantau. Anda juga dapat meminta melihat komponen lama yang dilepas.
Sebelum mobil keluar dari area bengkel, tanyakan kepada teknisi apakah pedal perlu diinjak beberapa kali saat mobil diam. Setelah kampas diganti, injakan pertama dapat terasa lebih dalam sampai komponen kembali ke posisi kerjanya. Rasakan pedal di area bengkel yang sepi, dan bila rasanya tetap berbeda dari yang Anda kenal, sampaikan saat itu juga, sebelum mobil masuk ke jalan umum. Keluhan yang disampaikan di halaman bengkel dapat langsung diperiksa oleh teknisi yang sama, dengan mobil yang belum terkena debu, air, atau panas perjalanan.
Tanyakan juga apakah ada anjuran khusus setelah penggantian, misalnya cara mengemudi pada beberapa ratus kilometer pertama untuk kampas baru. Ikuti anjuran dari bengkel yang mengerjakan dan dari produsen suku cadang, dan jangan membuat versi sendiri.
Catat tanggal, odometer, pekerjaan, dan temuan di catatan perawatan Anda. Pemeriksaan rem yang dijadwalkan pabrikan tetap berjalan sesuai tabel di buku manual; hubungan antara perbaikan karena gejala dan pekerjaan terjadwal lebih mudah diikuti bila keduanya tercatat di satu tempat. Kalender seperti itu dapat Anda susun sendiri setelah membaca tabel perawatan pabrikan untuk varian mobil Anda.
Keraguan seputar rem yang layak ditanyakan
Mengapa rem terasa berbeda ketika mobil membawa muatan penuh?
Mobil yang lebih berat memerlukan gaya pengereman lebih besar dan jarak lebih panjang untuk berhenti dari kecepatan yang sama, sehingga pedal perlu diinjak lebih dalam atau lebih kuat. Tambah jarak dengan kendaraan di depan. Bila perbedaannya terasa jauh melebihi yang biasa Anda alami saat bermuatan, catat dan laporkan ke bengkel.
Setelah berapa kilometer kampas rem harus diganti?
Penggantian ditentukan oleh ketebalan bahan gesek yang diukur bengkel dan dibandingkan dengan batas dari pabrikan, bukan oleh odometer. Minta angka ketebalan itu ditulis di nota setiap kali rem diperiksa. Dua atau tiga ukuran berurutan memperlihatkan laju keausan pada mobil Anda sendiri, sehingga waktu penggantian berikutnya dapat diperkirakan tanpa menebak.
Permukaan minyak rem di tangkinya turun. Pertanda apa itu?
Permukaan minyak rem dapat turun perlahan seiring menipisnya kampas, tetapi juga dapat turun karena kebocoran. Keduanya perlu dinilai bengkel. Menambah minyak rem sendiri tanpa mengetahui penyebabnya dapat menyembunyikan tanda kebocoran, dan jenis minyak rem harus sesuai spesifikasi pabrikan.
Mengapa bengkel meminta mobil diderek padahal rem masih terasa bekerja?
Tanda seperti bunyi logam, pedal yang lebih dalam, atau cairan di sisi dalam roda dapat memburuk dengan cepat, dan setiap pengereman tambahan dapat memperparah kerusakan. Penderekan menghilangkan risiko rem melemah di tengah lalu lintas, bagi Anda maupun pengguna jalan lain.
Peraturan dan imbauan resmi yang dirujuk
- Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (JDIH BPK). Pasal 64 ayat (2) huruf c dan d tentang efisiensi rem utama dan rem parkir sebagai syarat laik jalan, serta Pasal 67 tentang perlambatan paling sedikit 5 meter per detik kuadrat. Pasal 19 dan Pasal 20 tentang sistem rem, rem utama yang bekerja pada semua roda sesuai beban sumbu, dan sistem penurun putaran mesin pada transmisi otomatis. Diakses 17 Oktober 2026.
- Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (JDIH BPK). Pasal 121 ayat (1) tentang kewajiban memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain saat berhenti darurat. Diakses 17 Oktober 2026.
- Korlantas Polri, Kapan Lampu Hazard Boleh Digunakan? Simak Penjelasan dan Aturannya. Penjelasan bahwa hazard dipakai saat berhenti atau parkir darurat dan tidak saat kendaraan melaju. Diakses 17 Oktober 2026.