Perjalanan dan Darurat

Mobil Mogok di Jalan: Memilih Tempat Berhenti, Meminta Derek, dan Menjaga Jarak dari Lalu Lintas

Cara memanfaatkan sisa laju, membuat mobil terlihat, memutuskan menunggu di kabin atau di luar, meminta derek resmi di jalan tol, dan menyampaikan keterangan yang dibutuhkan petugas.

Ilustrasi AI: Hatchback abu-abu terparkir di pelataran beton di samping van putih, sementara tiga orang berdiri di balik tembok pembatas menghadap perbukitan dan laut
Ilustrasi AI: mobil terparkir di pelataran yang lapang dan penumpang menunggu di balik tembok, jauh dari jalur kendaraan.

Ketika mobil mogok di jalan, mesin yang mati belum tentu menjadi bahaya terbesar. Bahaya yang lebih dekat datang dari kendaraan lain yang masih melaju di dekat mobil yang berhenti, dan dari orang yang berdiri atau berjalan di tempat yang salah. Karena itu urutan tindakannya dimulai dari posisi mobil dan orang di dalamnya, lalu komunikasi dengan petugas, dan baru terakhir soal perbaikan.

Keputusan yang tepat berbeda menurut tempat mobil berhenti. Jalan tol dengan bahu yang lebar, jalan antarkota tanpa bahu, jembatan, terowongan, dan perlintasan kereta api masing-masing memerlukan pertimbangan sendiri. Yang tidak berubah di semua tempat itu adalah prinsipnya: orang menjauh dari arus kendaraan lebih dulu, mobil menyusul.

Sisa laju sebagai modal terakhir

Mesin yang tiba-tiba mati atau kehilangan tenaga masih menyisakan laju, dan sisa laju itulah modal untuk keluar dari lajur. Nyalakan lampu sein ke arah tepi, periksa spion, lalu arahkan mobil perlahan ke lajur paling kiri dan ke tempat yang lebih lebar bila ada. Hindari mengerem keras di tengah lajur kecuali memang harus menghindari tabrakan.

Pada sebagian mobil, kemudi dan rem dapat terasa lebih berat ketika mesin mati karena bantuan tenaga pada kedua sistem itu berkurang. Rasa berat ini tidak berarti kemudi atau rem hilang; dorongan tangan dan kaki yang lebih besar tetap menggerakkannya. Buku manual mobil Anda menjelaskan perilaku kendaraan dalam keadaan tersebut, dan bagian itu sebaiknya dibaca sebelum dibutuhkan.

Di jalan tol, bila mobil masih mau melaju pelan tanpa bau, asap, atau lampu peringatan serius, pintu keluar atau tempat istirahat terdekat dapat menjadi tujuan yang lebih baik daripada bahu jalan. Jangan memaksakan hal ini bila mobil makin tersendat; bahu yang aman lebih baik daripada mobil yang berhenti di lajur tengah.

Begitu mobil sudah hampir berhenti, nyalakan lampu hazard (lampu isyarat bahaya). Jangan mencoba menyalakan mesin berulang-ulang sambil mobil masih bergerak di lajur. Bila mesin sempat mengeluarkan asap, bau terbakar, atau uap, prioritasnya berubah: hentikan mobil di tempat terdekat yang cukup aman dan siapkan semua penumpang untuk keluar.

Membaca tempat mobil akhirnya berhenti

Tempat berhenti yang layak memenuhi beberapa syarat sekaligus. Pengemudi yang datang dari belakang dapat melihat mobil dari jarak yang cukup, jadi bukan tepat sesudah tikungan atau di puncak tanjakan. Ada ruang di sisi kiri untuk membuka pintu dan keluar tanpa menginjak lajur. Ada tempat yang lebih terlindung bagi orang, misalnya di balik pagar pengaman atau di halaman bangunan. Bila syarat-syarat itu tidak terpenuhi, dan mobil masih dapat bergerak pelan, pertimbangkan melanjutkan sedikit sampai tempat yang lebih baik.

Keadaan lingkungan ikut menentukan. Malam hari, hujan, kabut, dan jalan yang gelap memperpendek jarak ketika mobil Anda terlihat oleh orang lain. Tanjakan dan turunan membuat kendaraan dari belakang sulit memperlambat. Jalan sempit tanpa bahu membuat mobil yang berhenti menutup sebagian lajur, sehingga risiko ditabrak dari belakang lebih besar.

Keputusan ini perlu diambil dalam hitungan detik, jadi yang paling membantu adalah kebiasaan memperhatikan tempat-tempat aman di sepanjang rute harian Anda: halaman SPBU, kantong parkir, atau jalan masuk yang lebar.

Perlengkapan agar mobil dan orang terlihat

Menurut UU 22/2009 Pasal 121 ayat (1), pengemudi yang berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan wajib memasang isyarat: segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya (istilah undang-undang untuk lampu hazard), atau bentuk isyarat lainnya. Kelalaian memasang isyarat itu dapat dipidana denda paling banyak Rp500.000 berdasarkan Pasal 298 setelah penyesuaian UU 1/2026. Rumusan denda itu tercantum dalam Lampiran I UU 1/2026; alternatif kurungan pada teks 2009 sudah dihapus. Kewajiban ini bukan formalitas; tujuannya agar pengemudi lain mengetahui ada mobil yang diam di depan mereka.

Segitiga pengaman juga termasuk perlengkapan wajib mobil dalam PP 55/2012 Pasal 43. Rompi pemantul cahaya dalam pasal itu hanya disebut untuk pengemudi kendaraan beroda empat atau lebih yang tidak memiliki rumah-rumah, jadi bagi mobil biasa rompi bukan kewajiban. Meski begitu, rompi terang membuat orang yang berdiri di luar mobil jauh lebih mudah terlihat, terutama malam hari.

Senter membantu melihat pijakan dan memberi isyarat. Power bank menjaga ponsel tetap hidup selama menunggu, yang bisa berlangsung lama. Kartu kecil berisi nomor penting, ditulis tangan dan disimpan di laci dasbor, berguna ketika ponsel mati atau layar retak. Ketiganya baru berguna bila benar-benar bekerja, jadi senter dinyalakan dan power bank diisi setiap kali perlengkapan mobil diperiksa, bukan baru dicoba ketika mobil sudah berhenti di bahu jalan.

Segitiga pengaman dipasang di belakang mobil hanya bila Anda dapat berjalan ke sana tanpa memasuki lajur yang dilewati kendaraan. Jarak pemasangannya bergantung pada kecepatan arus, tikungan, dan tanjakan di belakang mobil, sehingga satu angka tidak mewakili semua jalan. Bila tidak ada ruang aman untuk berjalan, andalkan lampu hazard, tinggalkan segitiga di mobil, dan ikuti arahan petugas yang datang.

Ilustrasi AI: Rompi reflektif kuning terlipat, senter hitam, kartu putih kosong, power bank, dan segitiga pengaman merah di meja kayu
Ilustrasi AI: rompi terang, senter, power bank, kartu nomor penting yang masih kosong, dan segitiga pengaman untuk membuat mobil serta orang terlihat.

Tetap di kabin atau keluar: cara menimbang

Pertanyaan ini tidak punya satu jawaban. Di jalan tol yang dibatasi pagar pengaman dan memiliki area di baliknya, orang yang menunggu di luar pagar berada lebih jauh dari arus. Di jalan kota yang ramai dengan trotoar lebar, trotoar bisa menjadi tempat menunggu yang lebih baik daripada kabin. Sebaliknya, di jembatan tanpa trotoar atau ruas sempit tanpa tempat berpijak, keluar dari mobil justru menempatkan orang di tepi lajur.

Pertimbangan yang dapat dipakai: seberapa cepat dan dekat kendaraan lain melintas, adakah tempat berlindung di balik pembatas, bagaimana cuaca dan penerangan, serta siapa saja penumpangnya. Anak kecil, lansia, dan orang dengan keterbatasan gerak memerlukan waktu lebih lama untuk keluar dan harus diawasi di luar mobil.

Bila memutuskan keluar, semua orang turun dari pintu yang jauh dari lalu lintas, lalu berjalan menjauh dari mobil ke arah yang tidak berada tepat di belakangnya. Barang penting yang dekat dan mudah diraih boleh dibawa, tetapi jangan kembali ke mobil untuk mengambil barang yang tertinggal. Bila memutuskan tetap di kabin, semua penumpang tetap memakai sabuk keselamatan dan lampu hazard tetap menyala.

Asap, bau bahan bakar, atau tanda api mengubah pertimbangan: semua orang keluar dan menjauh, lalu menghubungi pemadam kebakaran dan petugas.

Jalan tol: layanan yang menjadi hak pengguna

Jalan tol memiliki standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, yang berstatus berlaku di JDIH BPK, mewajibkan badan usaha jalan tol memenuhi standar itu. Lampiran I peraturan tersebut memuat penanganan kendaraan mogok: di jalan tol dalam kota, kendaraan diderek ke bengkel terdekat dengan derek resmi dan gratis; di jalan tol luar kota, kendaraan diderek ke gerbang tol terdekat dengan derek resmi dan gratis. Keterangannya menambahkan bahwa tarif penderekan yang ditetapkan badan usaha berlaku sejak gerbang keluar menuju lokasi yang disepakati.

Lampiran yang sama menetapkan kendaraan derek sampai di tempat kejadian paling lama 30 menit, dihitung sejak informasi diterima sentra komunikasi. Angka ini adalah standar yang wajib dicapai operator, bukan janji untuk setiap kejadian; kepadatan dan jarak dapat membuat bantuan datang lebih lambat. Keadaan di lapangan bisa berbeda antarruas, jadi konfirmasikan layanan dan tarif kepada petugas yang Anda hubungi.

Lampiran itu memuat tolok ukur lain yang menjelaskan apa yang terjadi di sekitar mobil yang mogok. Patroli diatur agar lokasi yang sama dilalui kendaraan patroli setiap 30 menit. Waktu 30 menit sejak informasi diterima juga dipakai untuk setiap unit layanan yang diperlukan, yang dalam keterangannya terdiri atas ambulans, penyelamatan, patroli, dan derek. Untuk hambatan lalu lintas, penanganan dan penindakan ditargetkan kurang dari 15 menit sejak hambatan terjadi. Artinya, mobil yang berhenti di bahu ruas yang sedang dilayani normal semestinya segera dilihat petugas patroli, tetapi pengemudi tidak perlu menunggu patroli lewat untuk melapor; laporan yang masuk lebih dulu ke sentra komunikasi mempercepat semua unit itu bergerak.

Selain operator jalan tol, kepolisian menyiagakan layanan 110. Korlantas Polri memberitakan bahwa personel PJR, misalnya di Induk PJR BSD, disiagakan 24 jam untuk menerima dan menindaklanjuti laporan melalui layanan 110. Dalam berita lain tentang mobil pecah ban di Tol BSD, petugas meminta pengemudi yang mengalami gangguan di jalan tol segera mengambil posisi aman dan menghubungi petugas.

Bahu jalan tol memang disediakan untuk keadaan darurat. Mobil yang mogok termasuk keadaan itu, tetapi bahu tetap berdampingan dengan lajur berkecepatan tinggi. Waktu yang dihabiskan di bahu sebaiknya sesingkat mungkin: laporkan, amankan orang, dan tunggu derek di tempat yang lebih terlindung.

Jalan antarkota dan jalan kota tanpa bahu

Di luar jalan tol, standar derek gratis tidak berlaku, dan bantuan datang dari bengkel, layanan darurat asuransi, layanan merek kendaraan, atau jasa derek swasta. Simpan nomor-nomor itu sebelum membutuhkannya. Di jalan antarkota yang sepi, sinyal telepon bisa lemah, sehingga titik terakhir yang masih bersinyal perlu diingat.

Jalan tanpa bahu memaksa mobil berhenti sebagian di lajur. Upayakan roda kiri sejauh mungkin keluar dari aspal bila tanah di sampingnya keras dan rata, tetapi jangan memaksa masuk ke parit atau tanah lunak yang dapat membuat mobil terperosok. Bila mobil menutup lajur dan tidak dapat dipindahkan, hubungi polisi agar arus diatur, karena pengemudi yang datang dari belakang mungkin baru melihat mobil Anda ketika sudah dekat.

Di dalam kota, lalu lintas lebih lambat, tetapi pengguna jalan lebih beragam. Sepeda motor dapat melintas di sisi kiri mobil yang berhenti, jadi periksa spion sebelum membuka pintu. Warga sekitar mungkin menawarkan bantuan mendorong; terima hanya bila jalannya datar, arus pelan, dan ada orang yang mengatur lalu lintas, dan jangan membiarkan anak ikut mendorong.

Jembatan, terowongan, dan tanjakan

Jembatan dan terowongan tidak menyediakan tempat berlindung di luar mobil. Bila mobil masih bisa bergerak, lanjutkan sampai keluar dari jembatan atau terowongan sebelum berhenti. Bila mobil terhenti di dalamnya, nyalakan lampu hazard, hubungi petugas segera, dan pertimbangkan dengan sangat hati-hati apakah keluar dari mobil lebih aman daripada tetap di kabin dengan sabuk terpasang.

Pada tanjakan, mobil yang berhenti perlu ditahan dengan rem parkir dan, pada transmisi otomatis, tuas di posisi parkir sesuai buku manual. Kendaraan di belakang yang sedang menanjak membutuhkan ruang untuk menghindar, sehingga lampu hazard dan isyarat lain menjadi lebih penting. Pada turunan, pengemudi di belakang bisa kesulitan memperlambat; tempat menunggu yang aman di luar mobil, bila ada, lebih disarankan daripada kabin.

Terhenti di perlintasan kereta api

Pasal 114 UU 22/2009 mewajibkan pengemudi berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta mulai ditutup, atau ada isyarat lain, serta mendahulukan kereta api. Kewajiban ini berlaku sebelum memasuki perlintasan, dan menjadi alasan untuk tidak memasuki rel bila di seberangnya tidak ada ruang untuk mobil Anda. Pasal yang sama juga mewajibkan memberi hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel, sehingga antrean di seberang rel harus benar-benar bergerak sebelum mobil Anda menyusul masuk. Mobil yang sudah tersendat atau mesinnya pernah mati dalam perjalanan itu sebaiknya tidak dibawa melintasi rel sama sekali sebelum diperiksa.

Bila mobil tetap terhenti di atas rel, keselamatan orang mengalahkan segala hal tentang mobil. Keluarkan semua penumpang segera dan menjauh dari rel, jangan menghabiskan waktu mencoba menyalakan mesin atau mendorong mobil. Begitu semua orang sudah jauh dari rel, hubungi petugas perlintasan bila ada, polisi, atau layanan darurat, dan beri tahu lokasi perlintasan secepat mungkin.

Isi telepon kepada petugas

Petugas bekerja lebih cepat bila keterangan yang diterima lengkap sejak awal. Siapkan hal berikut sebelum menelepon, atau sebutkan secara berurutan:

  1. Lokasi setepat mungkin: nama ruas, arah perjalanan, nomor kilometer atau patok terdekat, atau nama tempat yang mudah dikenali.
  2. Jenis, warna, dan nomor polisi kendaraan.
  3. Posisi mobil: di bahu, di lajur, di atas jembatan, atau di perlintasan.
  4. Jumlah penumpang dan kebutuhan khusus, misalnya anak kecil, lansia, atau orang yang sakit.
  5. Keadaan yang terlihat: asap, bau bahan bakar, cairan yang mengalir, atau mobil yang menutup lajur.
  6. Nomor telepon yang dapat dihubungi kembali dan sisa baterai ponsel.

Contoh susunannya, dengan lokasi dan nomor yang dikarang: mobil keluarga warna perak mogok di bahu kiri, arah ke luar kota, dekat patok kilometer tertentu; dua dewasa dan satu anak sudah menunggu di balik pagar pengaman; tidak ada asap; nomor yang dapat dihubungi adalah ponsel pelapor. Kalimat seperti ini selesai dalam setengah menit dan menjawab pertanyaan pertama petugas.

Di jalan tanpa patok kilometer yang jelas, lokasi paling mudah disampaikan lewat titik koordinat dari aplikasi peta di ponsel. Buka peta, tekan lama pada titik posisi Anda, lalu bacakan atau kirimkan angka koordinatnya kepada petugas atau penyedia derek. Tambahkan patokan yang tidak bergantung pada layar: nama desa atau persimpangan terakhir yang dilewati, SPBU atau rumah ibadah terdekat, serta sisi jalan tempat mobil berhenti. Bila panggilan suara terputus-putus karena sinyal lemah, kirim juga pesan tertulis berisi koordinat dan keadaan penumpang sebagai cadangan, supaya keterangan pokok sudah sampai walaupun percakapan tidak selesai.

Setelah menelepon, jangan mematikan ponsel dan jangan pindah tempat tanpa memberi tahu petugas. Bila keadaan berubah, misalnya muncul asap, telepon kembali.

Sebelum mobil naik ke kendaraan derek

Korlantas Polri memberitakan petugas PJR yang memanggilkan derek bagi pengemudi yang memintanya di jalan tol. Pada ruas tol, derek resmi datang melalui operator atau petugas yang berjaga. Di jalan lain, pastikan derek yang datang memang yang Anda pesan: cocokkan nama penyedia, nomor kendaraan derek, atau nama petugas yang disebutkan saat pemesanan.

Tanyakan sebelum mobil dinaikkan: ke mana mobil akan dibawa, berapa tarifnya bila ada, dan bagaimana penumpang akan menuju tempat tujuan. Beri tahu penyedia derek bila mobil Anda bertransmisi otomatis, berpenggerak empat roda, hibrida, atau listrik, karena buku manual dapat mengatur cara menarik atau mengangkutnya.

Bawa dokumen kendaraan, barang berharga, dan kunci cadangan bila ada. Catat keadaan mobil sebelum dinaikkan, misalnya goresan yang sudah ada, dan simpan nomor penyedia derek. Jangan menyerahkan dokumen kepemilikan kepada siapa pun di lokasi.

Perbaikan yang ditunda sampai bengkel

Perbaikan di tepi jalan menempatkan orang dekat arus kendaraan, dengan alat dan penerangan yang serba terbatas. Di lokasi mogok, pemilik tidak menyambung kabel ke aki, tidak menyentuh saluran bahan bakar, dan tidak membuka komponen bertegangan tinggi pada mobil hibrida atau listrik. Mobil tidak dinaikkan dengan dongkrak di sisi lajur, apalagi dimasuki kolongnya. Selama mesin masih panas, tidak ada tutup yang dibuka di ruang mesin, baik tutup radiator maupun tangki cadangan cairan pendingin (reservoir): cairan pendingin (coolant) di dalamnya dapat menyembur.

Uap dari bawah kap adalah alasan untuk menjauh, bukan membuka. Alasan tutup radiator tetap terpasang, termasuk risiko cairan panas yang menyembur, menjadi bagian utama langkah aman ketika mesin mobil overheat di perjalanan.

Bila mobil berhenti setelah lampu peringatan menyala, arti lampu itulah yang menentukan apakah mesin boleh dicoba dihidupkan lagi. Buku manual menggolongkan lampu-lampu tersebut; dengan memahami prioritas lampu indikator mobil, Anda tahu golongan mana yang melarang mesin dicoba lagi. Untuk golongan yang paling serius, mesin tidak dicoba lagi sampai bengkel atau petugas melihat sendiri keadaannya.

Ban yang pecah di jalan tol pun sebaiknya ditangani bersama petugas. Menggantinya sendiri di bahu, dengan kendaraan melaju di sebelah, menempatkan orang pada posisi paling rawan, sementara layanan derek di ruas tol justru tersedia untuk membawa mobil ke tempat yang aman.

Hujan deras, malam hari, dan waktu tunggu yang panjang

Hujan dan gelap mengurangi jarak ketika mobil Anda terlihat oleh orang lain, dan membuat pijakan di tepi jalan licin. Pada keadaan ini, lampu hazard menjadi isyarat utama, dan orang yang berada di luar mobil perlu berdiri lebih jauh dari tepi lajur. Pakai jas hujan dan rompi terang bila ada, dan gunakan senter untuk melihat pijakan, bukan untuk melambai-lambai ke arah kendaraan yang datang.

Waktu tunggu dapat lebih lama dari perkiraan, terutama pada jam sibuk atau di ruas yang jauh dari pos layanan. Hemat baterai ponsel dengan menutup aplikasi yang tidak perlu, dan simpan sebagian daya untuk menelepon ulang petugas. Minum air secara teratur, terutama di siang yang terik. Bila menunggu di dalam kabin dengan mesin mati, buka sedikit jendela di sisi yang jauh dari lalu lintas agar udara berganti, dan jangan menyalakan mesin hanya untuk pendingin udara bila mobil berada di tempat tertutup atau knalpotnya terhalang.

Tunjuk satu orang dewasa untuk mengawasi arus kendaraan selama menunggu. Bila ada kendaraan yang tampak melambat tidak wajar atau keluar jalur ke arah mobil Anda, orang yang mengawasi dapat memberi tanda untuk menjauh lebih cepat.

Bersama anak, lansia, atau penumpang yang sakit

Penumpang yang rentan menentukan banyak keputusan. Anak kecil perlu dipegang tangannya saat keluar mobil dan diawasi terus selama menunggu, karena perhatian mereka mudah teralih ke lalu lintas. Di dalam kabin, anak tetap berada di kursinya dengan penahan terpasang. Aturan keselamatan anak di mobil tidak libur hanya karena mobil sedang mogok.

Lansia dan penumpang yang sakit memerlukan tempat duduk, air minum, dan perlindungan dari panas atau hujan. Sampaikan keberadaan mereka ketika menelepon petugas, supaya bantuan yang datang dapat menyesuaikan. Bila ada keluhan kesehatan yang memburuk, mintalah bantuan medis melalui layanan darurat.

Waktu menunggu yang panjang lebih mudah dijalani bila perbekalan sudah disiapkan sebelum berangkat. Air minum, senter, jas hujan, dan kotak pertolongan pertama yang disimpan di kabin sesuai checklist perjalanan darat mobil tidak perlu dicari di bawah tumpukan koper.

Setelah mobil sampai di bengkel

Ceritakan kepada teknisi urutan kejadian: apa yang terjadi sesaat sebelum mesin mati, lampu apa yang menyala, bunyi atau bau yang muncul, dan apa yang sudah dicoba. Kronologi ini membantu menelusuri penyebab, terutama bila gangguan tidak muncul lagi ketika mobil diperiksa.

Urusan biaya sebaiknya diluruskan pada hari yang sama. Di jalan tol, penderekan dari lokasi mogok ke gerbang atau bengkel terdekat termasuk layanan gratis menurut standar pelayanan minimal, tetapi perjalanan lanjutan dari gerbang keluar ke bengkel pilihan Anda dikenai tarif yang ditetapkan badan usaha. Simpan bukti pembayaran derek. Bila mobil diasuransikan, baca polisnya untuk mengetahui apakah biaya derek dan pemeriksaan termasuk tanggungan dan apakah perusahaan asuransi perlu diberi tahu sebelum bengkel mulai bekerja. Tanyakan juga kepada bengkel kapan mobil dapat diperiksa, apakah ada biaya bila mobil harus menunggu beberapa hari di sana, dan siapa yang dihubungi bila ternyata suku cadang perlu dipesan.

Soal-soal yang muncul saat mogok

Lebih aman menunggu di dalam mobil dengan pintu terkunci?

Pintu yang terkunci tidak melindungi dari tabrakan dari belakang, yang menjadi bahaya utama saat mogok. Kunci hanya berguna untuk mencegah orang asing masuk. Bila tetap di kabin, pastikan semua penumpang tahu cara membuka pintu dengan cepat dari dalam, dan sebelum membuka untuk orang yang mengaku petugas atau penyedia derek, cocokkan identitasnya dengan keterangan yang Anda terima saat menelepon.

Mobil bertransmisi otomatis mogok di lajur. Boleh didorong ke tepi?

Buku manual menjelaskan apakah mobil boleh didorong atau ditarik dan posisi tuas yang diperlukan, karena sebagian transmisi otomatis memiliki batasan. Dorong hanya di jalan datar dengan arus yang sudah diatur petugas, dan jangan di jalan tol atau lajur yang ramai.

Mogok di tengah kemacetan yang merayap. Segitiga tetap harus dipasang?

Rumusan Pasal 121 memberi pilihan: segitiga, lampu hazard, atau isyarat lain. Berjalan ke belakang di sela kendaraan yang merayap membawa risiko sendiri, jadi lampu hazard yang menyala sudah menjadi isyarat. Tetap di kabin dengan sabuk terpasang dan hubungi petugas.

Mesin mau menyala lagi setelah didiamkan. Perjalanan boleh dilanjutkan?

Mesin yang hidup kembali belum membuktikan penyebabnya hilang. Bila ada lampu peringatan, bau, atau suara yang tidak biasa, jangan lanjutkan sebelum diperiksa. Bila tidak ada, menuju bengkel terdekat lebih bijak daripada meneruskan perjalanan jauh.

Landasan aturan dan layanan