Checklist inspeksi mobil yang dikerjakan sepekan sekali tidak membutuhkan lubang servis, dongkrak, atau kunci pas. Isinya adalah pengamatan yang bisa dilakukan pemilik sambil berjalan mengelilingi mobil yang terparkir, duduk sebentar di kursi pengemudi, dan, bila buku manual mengizinkan, melihat ke ruang mesin ketika mesin sudah dingin. Tujuannya sederhana: menemukan perubahan kecil sebelum menjadi masalah di jalan, lalu mencatatnya supaya bengkel punya bahan untuk bekerja.
Pemilik adalah orang yang setiap hari berada di dekat mobilnya, tetapi karena itu pula mudah terbiasa dengan kekurangannya. Lampu rem yang mati tidak terlihat dari kursi pengemudi. Ban yang kehilangan tekanan sedikit demi sedikit tidak terasa dari hari ke hari. Karet penghapus kaca yang mulai menggores baru disadari ketika hujan deras turun. Putaran pekanan yang tetap urutannya membantu melawan kebiasaan itu.
Ritme sepekan dan alasannya
Tidak ada aturan yang mewajibkan pemilik mobil pribadi memeriksa kendaraannya setiap pekan. Yang ada adalah kewajiban agar kendaraan yang dioperasikan di jalan memenuhi syarat teknis dan kelaikan jalan, serta anjuran teknis tentang pemeriksaan tertentu. Badan keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat, NHTSA, misalnya, menganjurkan tekanan semua ban, termasuk ban cadangan, diperiksa sedikitnya sebulan sekali saat ban dingin, dan kondisi tapak diperiksa bersamaan dengan itu. Anjuran tersebut berlaku di negara asalnya, tetapi alasannya relevan di mana saja: sebagian masalah ban berkembang pelan dan tidak terasa dari kursi pengemudi.
Irama sepekan dipilih karena mudah diingat dan cukup rapat untuk menangkap perubahan sebelum perjalanan jauh. Anda boleh memilih hari lain atau irama lain, asalkan tetap dan tercatat. Yang penting, pemeriksaan ini tidak menggantikan servis berkala. Pekerjaan yang dijadwalkan pabrikan, dari penggantian cairan sampai pemeriksaan rem oleh teknisi, tetap mengikuti buku manual. Tabel di buku itu memiliki logika sendiri tentang batas kilometer, batas bulan, dan kondisi berat, sehingga cara membaca jadwal servis mobil di buku manual layak dipelajari lebih dulu oleh pemilik yang belum pernah membukanya.
Putaran pekanan juga tidak membuktikan bahwa mobil aman. Komponen penting seperti bagian dalam sistem rem, kemudi, dan suspensi tidak dapat dinilai dengan mata dari luar. Hasil yang dapat diharapkan adalah daftar temuan dan keputusan: mobil boleh dipakai seperti biasa, perlu dijadwalkan ke bengkel, atau sebaiknya tidak dipakai sampai diperiksa.
Bila mobil dipakai bergantian oleh beberapa orang di rumah, sepakati siapa yang mengerjakan putaran dan di mana catatannya disimpan. Pengemudi lain juga perlu tahu cara menuliskan kejadian di jalan, misalnya ban yang menghantam lubang atau lampu yang tiba-tiba menyala, supaya pemeriksa pekan berikutnya tahu apa yang harus dilihat lebih teliti. Catatan bersama di ponsel atau buku kecil di laci dasbor sama-sama bisa dipakai, asalkan hanya ada satu.
Syarat sebelum mulai
Pilih tempat yang datar, cukup terang, dan jauh dari lalu lintas. Garasi, carport, atau halaman rumah lebih baik daripada bahu jalan. Mesin dimatikan, rem parkir (rem tangan) diaktifkan, dan tuas transmisi berada pada posisi parkir sesuai petunjuk buku manual. Kunci atau remote sebaiknya ada di saku Anda, bukan di dalam kabin, supaya tidak ada orang lain yang menghidupkan mobil selama Anda berkeliling.
Beri waktu agar mesin dingin. Ruang mesin, knalpot, dan bagian di sekitar roda bisa panas setelah perjalanan, dan sistem pendingin bisa bertekanan. Pagi hari sebelum mobil dipakai adalah waktu yang praktis karena ban juga masih dingin untuk diukur.
Ada beberapa hal yang sengaja tidak masuk ke daftar ini. Anda tidak perlu merangkak ke kolong mobil, mengangkat mobil dengan dongkrak, melepas roda, membuka tutup radiator atau tutup tangki cadangan cairan pendingin (reservoir) yang berisi cairan pendingin (coolant), menyentuh terminal aki, atau memegang kabel berwarna oranye pada mobil hibrida dan listrik. Semua itu berada di luar putaran pekanan. Memasang ban cadangan ketika ban kempis adalah urusan lain; kerjakan hanya bila buku manual menjelaskan caranya dan mobil berada di tempat rata yang jauh dari arus kendaraan. Bila ada anak kecil di rumah, pastikan mereka berada jauh dari mobil selama pemeriksaan.
Isi kantong perlengkapan
Perlengkapannya sedikit dan murah. Simpan bersama di satu kantong atau kotak supaya tidak perlu dicari setiap pekan.
- Senter kecil untuk melihat ke sela roda, ke bawah bemper tanpa merangkak, dan ke ruang mesin.
- Lap bersih untuk menyeka lensa lampu, kaca spion, atau jari setelah menyentuh bagian yang berdebu.
- Alat ukur tekanan ban yang Anda percaya pembacaannya, analog maupun digital.
- Kartu atau buku catatan dan pena, atau aplikasi catatan di ponsel.
Sarung tangan kain boleh ditambahkan, terutama bila Anda ingin meraba permukaan ban. Hindari membawa cairan pembersih atau semprotan pelumas ke dalam rutinitas ini; tujuan putaran pekanan adalah mengamati, bukan merawat atau memperbaiki.

Putaran luar, satu arah dan selalu sama
Mulailah dari titik yang sama setiap pekan, misalnya pintu pengemudi, lalu berjalan mengelilingi mobil ke satu arah. Urutan yang tetap membuat bagian yang terlewat mudah dikenali. Catat temuan saat itu juga, bukan setelah selesai, karena detail seperti “lampu belakang kiri” atau “ban kanan depan” cepat tertukar dalam ingatan.
Lampu dan lensanya
Untuk memeriksa lampu, Anda memerlukan kontak dalam posisi menyala. Minta anggota keluarga duduk di kursi pengemudi dan menyalakan lampu satu per satu, atau parkir menghadap dinding dan amati pantulannya. Periksa lampu utama dekat dan jauh, lampu sein keempat sisi, lampu hazard (lampu isyarat bahaya), lampu mundur, dan lampu rem. Lampu rem luput dari pengamatan pengemudi karena tidak terlihat dari kursinya sendiri; mintalah bantuan orang lain untuk menginjak pedal ketika Anda berdiri di belakang mobil.
Perhatikan pula lensanya. Lensa yang retak, berembun di bagian dalam, atau kusam menurunkan cahaya yang sampai ke jalan. Pasal 48 ayat (3) UU 22/2009 memasukkan kekuatan dan arah sorot lampu utama ke dalam ukuran kinerja laik jalan, sehingga lampu yang redup bukan sekadar urusan penampilan.
Warna cahayanya pun diatur. Pasal 23 PP 55/2012 menetapkan lampu utama dekat dan jauh berwarna putih atau kuning muda, lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip, lampu rem dan lampu posisi belakang berwarna merah, lampu mundur putih atau kuning muda, dan lampu penerangan pelat nomor belakang berwarna putih. Daftar yang sama mensyaratkan alat pemantul cahaya berwarna merah di sisi kiri dan kanan bagian belakang. Pemeriksaan warna ini berguna terutama setelah ada bohlam yang diganti, di bengkel maupun di toko aksesori: lampu sein yang menyala putih, lampu rem yang pucat karena lensanya diganti bening, atau pemantul belakang yang hilang setelah bemper diperbaiki termasuk temuan yang dicatat, walaupun lampunya menyala.
Kaca, spion, dan karet penghapus
Periksa kaca depan dari kedua sisinya. Retakan kecil di area pandang pengemudi perlu dinilai oleh bengkel kaca, karena bisa menjalar dan mengganggu pandangan. Periksa spion samping dan spion tengah: dudukannya kokoh dan cerminnya utuh. Angkat sedikit lengan penghapus kaca bila desainnya memungkinkan, lalu lihat karetnya: sobek, mengeras, atau bergelombang adalah tanda karet sudah tidak menyapu dengan baik.
Empat ban dan satu cadangan
Berjongkoklah di setiap roda dan lihat dinding ban dari atas sampai sejauh yang terlihat tanpa berbaring. Cari tonjolan, sobekan, retak-retak halus, benda yang menancap, atau serat kawat yang tampak. Lihat juga permukaan tapak: apakah keausan merata di seluruh lebar tapak, atau lebih banyak di satu tepi. Jangan mencabut paku atau benda tajam yang menancap; benda itu bisa menahan udara dan mencabutnya dapat membuat ban kempis mendadak.
Pasal 73 PP 55/2012 tentang Kendaraan menyebut kedalaman alur ban tidak boleh kurang dari satu milimeter sebagai syarat kinerja laik jalan. Angka itu batas hukum, bukan target penggantian; ban dapat perlu diganti jauh sebelum batas itu karena kerusakan, umur, atau rekomendasi produsen ban. Sebagian ban memiliki indikator keausan berupa tonjolan kecil di dasar alur, dan buku manual atau keterangan produsen ban menjelaskan cara membacanya.
Setelah pemeriksaan visual, ukur tekanan setiap ban selagi masih dingin dan bandingkan dengan label kendaraan. Angka pembandingnya berasal dari label kendaraan, bukan dari dinding ban, dan urutan kerjanya dapat diikuti langkah demi langkah pada cara mengukur tekanan ban dengan benar. Jangan lupa ban cadangan, yang dapat tersimpan di bawah lantai bagasi atau di bawah mobil; bila letaknya menuntut Anda masuk ke kolong, cukup periksa saat ada bantuan atau serahkan ke bengkel.
Bodi dan lantai tempat parkir
Lantai di bawah mobil yang semalaman terparkir menyimpan informasi berharga. Sebelum memindahkan mobil, sorotkan senter ke lantai di bawah ruang mesin, di bawah bagian tengah, dan di bawah roda. Bercak baru, tetesan yang masih basah, atau genangan kecil perlu dicatat letak, warna, dan baunya bila tercium tanpa perlu mendekatkan hidung. Foto dengan penggaris atau benda pembanding membantu bengkel menilai ukurannya.
Air bening yang menetes dari bawah kabin setelah pendingin udara menyala dapat berasal dari saluran pembuangan embun, tetapi jangan menyimpulkan sendiri bila warnanya lain, baunya tajam, atau letaknya bukan di tempat biasanya. Bau bahan bakar di sekitar mobil selalu merupakan alasan untuk tidak menyalakan mesin dan menghubungi bengkel.
Terakhir, lihat bodi dan bemper: goresan baru, penyok, atau bagian yang longgar setelah parkir di tempat umum. Catat juga dudukan pelat nomor dan lampu pelat, yang mudah terlepas setelah melewati polisi tidur atau jalan rusak.
Duduk di kursi pengemudi
Bagian kedua putaran dilakukan dari dalam kabin. Sebelum menghidupkan mesin, putar kunci atau tekan tombol ke posisi kontak menyala dan perhatikan panel instrumen. Catat setiap lampu yang tetap menyala setelah mesin hidup; boleh tidaknya mobil berangkat bergantung pada kelompok lampu itu menurut tingkat prioritas setiap lampu indikator.
Setelah itu, periksa hal-hal yang Anda gunakan setiap hari tetapi mudah luput dari perhatian:
- Sabuk keselamatan di setiap kursi: dapat ditarik keluar dengan lancar, kembali tergulung, dan terkunci ketika gespernya dimasukkan.
- Klakson: berbunyi jelas ketika ditekan.
- Penghapus dan penyemprot kaca: bergerak di setiap kecepatan dan menyemprotkan air ke area yang disapu.
- Penghilang embun dan pendingin udara: embusan udara terasa dan kaca tidak berkabut ketika dinyalakan.
- Kunci pintu dan jendela: berfungsi dari tombol pengemudi, terutama bila ada anak yang sering duduk di belakang.
Rem parkir punya ukuran sendiri. Pasal 21 PP 55/2012 mensyaratkan rem parkir dapat dikendalikan dari ruang pengemudi dan mampu menahan kendaraan dalam keadaan berhenti di jalan datar, tanjakan, maupun turunan. Putaran pekanan tidak menguji kemampuan itu dengan sengaja, tetapi pemilik dapat memperhatikannya dalam pemakaian sehari-hari: mobil yang bergeser sedikit ketika diparkir di jalan menurun dengan rem parkir aktif, tuas yang harus ditarik makin tinggi, atau lampu rem parkir di panel yang tidak padam setelah rem dilepas termasuk temuan yang dicatat dan dibawa ke bengkel.
Pedal rem juga dapat dirasakan saat mobil diam dengan mesin menyala, asalkan rem parkir tetap aktif dan tuas transmisi berada di posisi yang diminta buku manual untuk mobil diam. Tujuannya bukan menguji rem, melainkan menyadari perubahan: pedal yang terasa lebih dalam, lebih lunak, atau lebih keras daripada pekan lalu. Bila Anda ragu apakah perubahannya cukup besar, bandingkan dengan contoh-contoh tanda rem mobil bermasalah dan kapan harus berhenti, lalu pilih tindakan yang lebih hati-hati.
Ruang mesin, sebatas izin buku manual
Membuka kap mesin untuk melihat bukan kewajiban dalam rutinitas ini. Lakukan hanya bila buku manual Anda memuat bagian pemeriksaan oleh pemilik dan menjelaskan apa yang boleh dilihat. Mesin harus mati dan dingin, kunci di saku, dan tangan dijauhkan dari kipas, sabuk, serta bagian yang tampak panas.
Sebagian tangki cairan terbuat dari plastik tembus pandang dengan tanda batas atas dan bawah. Bila buku manual menunjukkan letak tangki tersebut dan tanda batasnya, catat posisi permukaan cairan terhadap tanda itu tanpa membuka tutupnya. Tutup radiator dan tutup tangki cadangan tidak dibuka dalam keadaan apa pun selama rutinitas ini; cairan di dalamnya dapat bertekanan dan panas. Level yang turun dari pekan ke pekan adalah informasi untuk bengkel, bukan isyarat untuk menambah sendiri tanpa tahu penyebabnya.
Lihat pula permukaan aki tanpa menyentuhnya. Kerak putih atau kehijauan di sekitar terminal, retakan pada kotak aki, atau bau menyengat dicatat dan dilaporkan. Pada mobil hibrida atau listrik, komponen bertegangan tinggi di ruang depan cukup dilihat dari jauh.
Tutup kap dengan cara yang dijelaskan buku manual dan pastikan kaitnya terkunci. Kap yang tidak terkunci dapat terangkat saat mobil melaju.
Perlengkapan yang wajib ada di mobil
Pasal 57 ayat (3) UU 22/2009 memuat tujuh butir perlengkapan minimal bagi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih. Satu butir, helm dan rompi pemantul cahaya, ditujukan bagi pengemudi kendaraan tanpa rumah-rumah, sehingga tidak berlaku untuk mobil berkabin. Enam butir sisanya perlu ada di mobil dalam keadaan siap dipakai: sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas.
PP 55/2012 merinci sebagian butir itu. Pasal 48 menyebut segitiga pengaman paling sedikit berjumlah dua buah, berwarna merah, dan memantulkan cahaya, sehingga satu segitiga di bagasi belum memenuhi ketentuan. Pasal 49 mensyaratkan dongkrak mampu mengangkat muatan sumbu terberat kendaraan yang dipakai. Dongkrak bawaan pabrikan dirancang untuk mobilnya; dongkrak pinjaman atau pengganti yang dibeli terpisah perlu dicocokkan kemampuannya dengan berat mobil di buku manual, bukan dengan ukurannya.
Putaran pekanan cukup memastikan keberadaan dan kondisi umumnya. Segitiga pengaman tersimpan di tempatnya, tidak patah, dan dapat dibuka. Dongkrak dan pembuka roda ada di wadah yang disediakan pabrikan, tanpa perlu dicoba. Kapan segitiga dipasang dan kapan cukup mengandalkan lampu hazard bergantung pada keadaan jalan tempat mobil berhenti, dan pertimbangannya berbeda untuk jalan tol, jalan tanpa bahu, atau jembatan ketika mobil mogok di jalan. Kotak pertolongan pertama berisi perlengkapan yang belum kedaluwarsa dan tidak rusak karena panas kabin. Ban cadangan, seperti disebut sebelumnya, ikut diukur tekanannya.
Periksa pula barang lepas di kabin dan bagasi. Botol, payung, atau alat yang menggelinding dapat terselip di bawah pedal atau terlempar saat pengereman mendadak. Barang berat sebaiknya disimpan di bagasi dan diikat bila memungkinkan.
Catatan satu halaman
Hasil checklist inspeksi mobil pekanan baru berguna bila ditulis. Catatan yang rapi memungkinkan Anda melihat tren, seperti satu ban yang kehilangan tekanan lebih cepat daripada yang lain, dan memberi bengkel data yang lebih kuat daripada kalimat “rasanya ada yang aneh”. Satu halaman per pekan sudah cukup.
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Tanggal dan odometer | Diisi sebelum mulai, dari panel instrumen. |
| Ban | Tekanan dingin tiap ban dan ban cadangan, serta temuan visual. |
| Lampu | Lampu yang mati atau redup, dengan posisi yang jelas. |
| Kaca dan penghapus | Retakan, kondisi karet, fungsi penyemprot. |
| Lantai parkir | Letak, warna, dan ukuran bercak, beserta foto. |
| Kabin | Lampu indikator yang tidak padam, sabuk, klakson, rasa pedal. |
| Keputusan | Boleh dipakai, jadwalkan ke bengkel, atau tahan di rumah. |
Simpan foto temuan di satu folder dengan nama berisi tanggal. Ketika Anda datang ke bengkel, bawa halaman catatan beberapa pekan terakhir, bukan hanya pekan terakhir; perubahan dari pekan ke pekan memperlihatkan hal yang tidak tampak dari satu pengamatan.
Membaca catatan setelah beberapa pekan
Setelah empat atau lima halaman terkumpul, luangkan waktu untuk membandingkannya. Pertanyaannya bukan “apakah ada yang rusak”, melainkan “apa yang berubah dan ke arah mana”. Perubahan yang konsisten ke satu arah layak dibawa ke bengkel walaupun setiap angka masih tampak wajar.
Beberapa pola yang patut diperhatikan:
- Satu ban yang setiap pekan membutuhkan tambahan angin, sementara tiga lainnya stabil. Pola ini dapat menandakan kebocoran lambat pada ban, pentil, atau pelek, dan perlu diperiksa oleh tukang ban atau bengkel.
- Keausan yang terus menebal di satu tepi tapak pada roda yang sama. Ini alasan untuk meminta pemeriksaan kaki-kaki dan penyetelan roda, bukan sekadar menukar posisi ban.
- Permukaan cairan di tangki tembus pandang yang turun sedikit demi sedikit. Cairan tidak hilang tanpa sebab, sehingga bengkel perlu mencari ke mana perginya.
- Lampu yang sama mati berulang kali setelah diganti. Masalahnya bisa berada di dudukan, kabel, atau sistem pengisian, bukan di bohlamnya.
- Bercak di lantai yang muncul lagi di tempat yang sama setelah dibersihkan.
Bawa halaman-halaman itu saat servis berkala, walaupun tidak ada temuan mendesak. Teknisi yang melihat tren beberapa pekan dapat memutuskan komponen mana yang perlu dilihat lebih teliti, dan Anda bisa menanyakan apakah temuan tersebut sudah ditangani sebelum mobil diserahkan kembali.
Menyesuaikan putaran dengan musim dan rencana
Urutan dasarnya tetap, tetapi penekanannya dapat bergeser. Menjelang dan selama musim hujan, beri perhatian lebih pada karet penghapus kaca, penyemprot, penghilang embun, lampu, dan kedalaman alur ban, karena semuanya menentukan seberapa jauh Anda dapat melihat dan seberapa baik ban menapak di jalan basah. Pada musim kemarau, debu yang menumpuk di kaca dan lensa lampu lebih cepat mengurangi pandangan, dan kabin yang panas dapat merusak isi kotak pertolongan pertama.
Sebelum perjalanan jauh, lakukan putaran lengkap sehari sebelumnya, bukan pagi hari keberangkatan, supaya masih ada waktu ke bengkel bila menemukan sesuatu. Setelah mobil lama tidak dipakai, misalnya ditinggal di parkiran selama beberapa pekan, ulangi putaran sebelum mobil dijalankan: ban dapat kehilangan tekanan, aki dapat melemah, dan sarang hewan kecil dapat muncul di ruang mesin atau di sela roda.
Bila mobil sempat melewati genangan yang dalam, putaran pekanan tidak cukup untuk menilai dampaknya. Catat kejadiannya dan mintalah bengkel memeriksa, karena air dapat masuk ke bagian yang tidak terlihat dari luar.
Temuan yang menahan mobil di garasi
Temuan pekanan yang tidak mendesak cukup dijadwalkan ke bengkel. Namun ada temuan yang membuat mobil sebaiknya tidak dipakai sama sekali sampai diperiksa, karena risikonya menyangkut keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain. Tujuh temuan berikut termasuk kelompok itu.
- Tonjolan, sobekan dalam, atau kawat yang tampak pada ban mana pun, termasuk ban yang baru saja kehilangan banyak tekanan.
- Bau bahan bakar di sekitar mobil atau bercak yang diduga berasal dari bahan bakar.
- Genangan baru yang cukup besar, terutama di dekat roda atau di bawah ruang mesin.
- Lampu rem yang tidak menyala.
- Lampu peringatan berwarna merah yang tetap menyala setelah mesin hidup, bila buku manual menggolongkannya sebagai tanda untuk tidak melanjutkan perjalanan.
- Pedal rem yang terasa jauh berbeda dari biasanya.
- Sabuk keselamatan pengemudi yang tidak dapat dikunci.
Dua temuan lain bergantung pada waktu dan cuaca: lampu utama yang mati membuat mobil tidak layak dipakai malam hari, dan penghapus kaca yang tidak bekerja membuat mobil tidak layak dipakai saat hujan.
Untuk temuan seperti ini, hubungi bengkel dan tanyakan apakah mobil perlu diderek. Jangan mencoba “mengetes” dengan berkendara berkeliling kompleks. Penundaan satu hari lebih murah daripada kerusakan yang bertambah atau kecelakaan.
Pertanyaan tentang putaran pekanan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran?
Lamanya bergantung pada jumlah temuan dan kebiasaan Anda. Putaran pertama dapat memakan waktu lebih lama karena Anda masih mencari letak label ban, tangki cairan, dan perlengkapan. Setelah urutannya hafal, yang memperpanjang waktu hanyalah temuan yang perlu difoto dan dicatat.
Bagaimana memeriksa lampu rem tanpa bantuan orang lain?
Parkir mundur mendekati dinding, pintu garasi, atau permukaan yang memantulkan cahaya, lalu injak pedal rem dengan kontak dalam posisi menyala dan rem parkir aktif. Cahaya merah yang memantul menunjukkan lampu mana yang hidup. Cara ini paling jelas pada sore atau malam hari, dan tetap perlu diulang dengan bantuan orang lain bila hasilnya meragukan.
Perlukah membeli alat diagnosis yang dicolokkan ke mobil?
Alat pembaca kode kesalahan dapat menampilkan kode, tetapi menafsirkannya memerlukan data teknis model tersebut. Kode juga tidak menjawab pertanyaan terpenting bagi pemilik, yaitu apakah mobil aman dipakai hari ini. Untuk rutinitas pemilik, catatan pengamatan dan foto sudah memadai.
Temuan saya tidak ada di daftar ini. Harus diapakan?
Catat apa adanya: letak, bentuk, kapan pertama terlihat, dan apakah berubah. Ambil foto dari jarak aman. Tanyakan kepada bengkel dengan membawa catatan itu. Daftar ini disusun untuk membantu Anda memperhatikan, bukan untuk membatasi apa yang boleh dilaporkan.
Aturan dan acuan teknis
- Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (JDIH BPK). Pasal 48 ayat (3) tentang ukuran kinerja laik jalan dan Pasal 57 ayat (3) tentang tujuh butir perlengkapan kendaraan beroda empat atau lebih. Diakses 17 Oktober 2026.
- Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (JDIH BPK). Pasal 21 tentang rem parkir, Pasal 23 tentang warna lampu dan alat pemantul cahaya, Pasal 48 dan 49 tentang segitiga pengaman dan dongkrak, serta Pasal 73 tentang kedalaman alur ban sebagai syarat laik jalan; pasal-pasal ini tidak termasuk yang dicabut PP 30/2021. Diakses 17 Oktober 2026.
- NHTSA, Tire Safety. Anjuran regulator Amerika Serikat untuk memeriksa tekanan semua ban, termasuk ban cadangan, sedikitnya sebulan sekali saat dingin, dan memeriksa tapak bersamaan; konteks teknis, bukan aturan Indonesia. Diakses 17 Oktober 2026.