Ban dan Rem

Kapan Ban Mobil Harus Diganti: Menilai Alur, Kerusakan, Pola Aus, dan Umur

Empat pengamatan untuk memutuskan penggantian ban, batas alur menurut PP 55/2012, cara membaca kode produksi, dan hal yang ditanyakan di toko ban.

Ilustrasi AI: Pria berkaus hitam berjongkok menunjuk tapak ban depan sedan perak, sementara perempuan berkemeja krem berjongkok di sampingnya di area servis yang terang
Ilustrasi AI: dua orang mengamati tapak ban depan mobil yang terparkir di area servis tanpa mengangkat kendaraan.

Kapan ban mobil harus diganti ditentukan oleh keadaan ban itu sendiri, bukan oleh odometer. Ban yang tapaknya masih tebal bisa saja tidak layak karena dinding yang benjol atau karet yang sudah menua, sementara ban yang tampak mulus di satu sisi mungkin sudah habis di sisi lainnya. Keputusan yang baik lahir dari beberapa pengamatan sekaligus: kedalaman alur, kerusakan fisik, pola keausan, dan umur ban sejak diproduksi.

Keempatnya dapat diamati pemilik tanpa mendongkrak mobil atau melepas roda, dan hasilnya menjadi bahan percakapan dengan tukang ban atau bengkel. Batas hukum kedalaman alur di Indonesia, kode tanggal produksi di dinding ban, dan pertanyaan yang diajukan di toko ban melengkapi keempat pengamatan itu.

Empat alasan ban berhenti dipakai

NHTSA, lembaga pemerintah Amerika Serikat yang mengurus keselamatan jalan, menyebut beberapa alasan untuk berhenti memakai ban: tapak yang aus sampai kedalaman minimum, tanda kerusakan fisik seperti luka, retak, dan benjolan, serta keausan tidak beraturan atau kerusakan lain akibat tekanan yang kurang atau muatan berlebih. NHTSA juga mencatat bahwa sebagian produsen kendaraan dan produsen ban menganjurkan penggantian ban yang berumur enam sampai sepuluh tahun, berapa pun sisa tapaknya.

Dari situ, penilaian ban dapat dibagi ke dalam empat pertanyaan. Apakah alurnya masih cukup dalam? Apakah ada kerusakan pada tapak atau dinding? Apakah pola keausannya wajar? Berapa umur ban itu? Satu jawaban buruk sudah cukup menjadi alasan untuk memeriksakan ban, walaupun tiga jawaban lainnya baik.

Dua mobil yang sama dengan ban yang sama pun dapat membutuhkan ban baru pada jarak yang sangat berbeda, karena bahan karet, muatan, rute, tekanan angin, dan penyetelan roda ikut menentukan cepatnya tapak menipis. Itulah sebabnya pengamatan pada ban Anda sendiri lebih berguna daripada angka dari pengalaman orang lain.

Karena NHTSA bekerja untuk Amerika Serikat, batas yang dipakainya tidak otomatis berlaku di Indonesia. Untuk kedalaman alur, ketentuan Indonesia tercantum dalam peraturan pemerintah tentang kendaraan. Untuk umur dan keausan, ketentuan produsen ban dan buku manual kendaraan Anda yang menjadi acuan.

Batas satu milimeter dalam aturan Indonesia

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan menetapkan persyaratan laik jalan kendaraan bermotor dalam Pasal 64 ayat (2), dan huruf j pasal itu memuat kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban. Pasal 73 kemudian merinci bahwa untuk kedalaman alur ban, angkanya tidak boleh kurang dari satu milimeter.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 juga menyebut kedalaman alur ban secara eksplisit. Pasal 285 ayat (2) mengancam setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan teknis, termasuk kedalaman alur ban, dengan pidana denda paling banyak Rp500.000 menurut penyesuaian UU 1/2026. Lampiran I UU 1/2026 mencantumkan sanksi Pasal 285 ayat (2) sebagai denda saja. Ketentuan teknis ban tetap harus dipenuhi; perubahan jenis pidana tidak menghapus kewajiban merawat kendaraan.

Pada Juli 2026 Korlantas Polri membantah kabar tentang aturan denda baru untuk ban gundul. Kewajiban memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sudah tercantum dalam UU 22/2009. Untuk nominal sanksi terkini, baca pula perubahan dalam UU 1/2026; unggahan tanpa sumber bukan pegangan. Alasan mengganti ban yang aus tetap keselamatan, bukan semata menghindari tilang.

USTMA membatasi reparasi ban penumpang dan truk ringan pada area tapak dengan lubang tidak lebih besar dari 6 mm. Kerusakan yang meluas ke bahu atau tepi sabuk tidak direparasi. Ban harus dilepas dari pelek agar bagian dalamnya dapat diperiksa, dan tambalan tidak boleh bertumpang tindih. Ketentuan produsen ban dapat lebih ketat, termasuk untuk ban runflat. Karena itu, kecilnya lubang yang terlihat dari luar belum cukup untuk memutuskan reparasi. Dinding yang benjol atau rusak tidak menjadi layak ditambal hanya karena seseorang bersedia mengerjakannya.

Menunggu alur menyentuh satu milimeter untuk membeli ban baru sama dengan memakai ban di tepi batas yang dilarang. Ban yang tinggal sedikit di atas angka itu membuang air lebih buruk daripada ban beralur dalam, sehingga penggantian layak direncanakan jauh sebelum batas tersebut tercapai.

Membaca indikator keausan di dasar alur

Mengukur alur dengan alat ukur kedalaman memang paling teliti, tetapi ban sendiri menyediakan petunjuk yang lebih mudah. Ban memiliki indikator keausan bawaan berupa bagian yang menonjol di dasar alur, melintang di antara blok-blok tapak. Ketika permukaan tapak sudah rata dengan tonjolan itu, ban telah mencapai batas keausan yang ditetapkan produsennya.

Letak indikator itu pada sebagian ban ditandai simbol kecil di bahu ban, misalnya segitiga atau huruf, dan keterangannya dapat berbeda antarprodusen. Periksa beberapa titik di sekeliling ban, bukan satu titik saja, dan lihat bagian dalam, tengah, serta luar tapak. Ban dapat aus lebih cepat di satu sisi, sehingga sisi yang tampak masih tebal dari luar belum tentu mewakili sisi yang menghadap ke kolong.

Bila ingin lebih teliti, mintalah tukang ban mengukur kedalaman alur dengan alat ukur kedalaman di beberapa alur setiap ban, lalu catat angkanya bersama tanggal dan kilometer. Dua atau tiga catatan dalam selang beberapa bulan memperlihatkan kecepatan tapak menipis, sehingga Anda dapat memperkirakan kapan penggantian perlu direncanakan dan menyisihkan anggarannya jauh hari.

Pengamatan ini cukup dilakukan dengan mobil terparkir di permukaan datar, rem parkir terpasang, dan penerangan yang baik. Untuk roda depan, memutar kemudi sampai mentok ke satu arah ketika mobil diam membuat bagian tapak lebih mudah terlihat. Tidak perlu berbaring di bawah mobil atau mengangkatnya dengan dongkrak. Bila Anda ragu dengan hasil pengamatan sendiri, mintalah tukang ban mengukurnya dan menunjukkan angkanya.

Ilustrasi AI: Tapak ban mobil dengan alur memanjang dan blok karet terlihat jelas dari dekat, dengan kartu lipat kosong berdiri di lantai paving di sampingnya
Ilustrasi AI: alur dan blok tapak ban dilihat dari dekat, tempat indikator keausan berada di dasar alur.

Kerusakan yang tidak menunggu alur habis

Sebagian kerusakan membuat ban harus berhenti dipakai walaupun alurnya masih dalam. Benjolan atau gelembung di dinding ban menandakan kerusakan pada lapisan penguat di dalam ban, sehingga udara bertekanan mendorong karet ke luar. Bagian itu dapat pecah tanpa peringatan, terutama pada kecepatan tinggi atau saat ban panas.

Luka yang dalam, sobekan di dinding, serat atau kawat yang terlihat, dan retakan yang melebar juga termasuk kerusakan yang perlu dinilai sebelum mobil dipakai lagi. Ban yang sempat berjalan dalam keadaan sangat kempis dapat rusak di bagian dalam yang tidak terlihat dari luar. Hal yang sama berlaku setelah roda menghantam lubang atau tepi trotoar dengan keras, apalagi bila sesudahnya muncul getaran atau tarikan ke satu sisi.

Ketika menemukan kerusakan seperti ini, jangan memakai ban itu untuk melanjutkan perjalanan. Tonjolan di dinding ban juga termasuk temuan yang menahan mobil di garasi menurut putaran inspeksi pekanan. Memasang ban cadangan sendiri hanya pantas bila mobil sudah berdiri di tempat rata yang aman, jauh dari arus, dan langkahnya diikuti dari buku manual; di bahu jalan tol atau jalan ramai, mintalah bantuan petugas, layanan darurat, atau tukang ban. Tukang ban yang memeriksa ban itu yang menentukan apakah ban masih dapat diperbaiki menurut ketentuan produsennya.

Umur ban dan cara membaca kode produksinya

Karet ban menua walaupun tidak dipakai. Paparan panas, sinar matahari, dan waktu membuat karet kehilangan kelenturannya, dan tanda luarnya dapat berupa retak-retak halus di dinding atau di sela alur. Karena penuaan ini berjalan terpisah dari keausan, ban pada mobil yang hanya dipakai sesekali dapat menua lebih dulu sebelum tapaknya habis.

Tanggal produksi ban tercetak di dinding ban. Menurut NHTSA, empat digit terakhir nomor identifikasi ban menunjukkan pekan dan tahun ban itu dibuat. Sebagai contoh cara membaca, angka 2423 berarti ban dibuat pada pekan ke-24 tahun 2023. Nomor lengkap dapat tercetak hanya di satu sisi ban, sehingga bila tidak terlihat dari luar, mintalah tukang ban memeriksanya.

Ban baru yang tersimpan lama di gudang, ban cadangan, dan ban yang dilepas sementara ikut menua walaupun tidak berputar. Bila Anda menyimpan ban di rumah, letakkan di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung, jauh dari sumber panas dan bahan bakar. Catat tanggal produksinya agar umur ban itu tetap terpantau ketika kelak dipasang.

Anjuran tentang umur maksimum berbeda antarprodusen. Rentang enam sampai sepuluh tahun yang disebut di bagian awal hanyalah gambaran; angka yang berlaku untuk ban Anda ditentukan produsennya. Periksa buku manual kendaraan dan keterangan produsen ban Anda. Saat membeli ban baru, tanyakan tanggal produksinya, karena ban yang lama tersimpan di gudang sudah mulai menua sebelum dipasang.

Pola keausan yang menunjuk masalah lain

Ban yang aus merata di seluruh lebar tapak menandakan pemakaian yang wajar. Pola lain perlu dibaca sebagai petunjuk, termasuk kemungkinan tekanan kurang atau muatan berlebih yang disebut di awal. Keausan yang terpusat di satu tepi, tapak yang bergelombang, atau blok tapak yang aus miring dapat berhubungan dengan penyetelan roda atau komponen kaki-kaki.

Pemilik tidak perlu menyimpulkan penyebabnya sendiri. Yang penting adalah tidak berhenti pada penggantian ban. Ban baru yang dipasang tanpa memperbaiki penyebab keausan tak wajar akan mengalami nasib yang sama, dan uang yang dikeluarkan untuk ban hanya menunda masalah. Mintalah bengkel memeriksa tekanan, penyetelan roda, dan kaki-kaki ketika pola keausan tidak merata.

Foto tapak setiap ban dari sudut yang sama beberapa bulan sekali membantu melihat arah perubahannya. Simpan foto itu bersama tanggal dan kilometer, lalu tunjukkan kepada teknisi bila Anda melihat satu ban menipis lebih cepat daripada yang lain.

Getaran, dengung, dan tarikan saat berkendara

Sebagian masalah ban lebih mudah dirasakan daripada dilihat. Getaran di kemudi atau lantai yang muncul pada rentang kecepatan tertentu dapat berasal dari roda yang tidak seimbang, ban yang bentuknya berubah karena kerusakan di dalam, atau pelek yang bengkok setelah benturan. Dengung yang makin keras seiring kecepatan dapat berasal dari tapak yang aus tidak merata. Mobil yang menarik ke satu sisi di jalan lurus dapat berkaitan dengan tekanan yang berbeda antarsisi, keausan, atau penyetelan roda.

Gejala-gejala itu tidak menunjuk satu penyebab pasti, dan sebagian bisa berasal dari komponen lain seperti kaki-kaki atau rem. Catat kapan gejala muncul: pada kecepatan berapa, di jalan seperti apa, sejak kapan, dan apakah muncul setelah roda menghantam sesuatu. Getaran yang muncul mendadak dan kuat, apalagi disertai bunyi hentakan berirama, adalah alasan untuk mengurangi kecepatan, menepi di tempat aman, dan memeriksa ban secara visual dari luar sebelum melanjutkan perjalanan.

Alur ban di jalan basah

Alur ban berfungsi sebagai saluran yang membuang air dari bawah tapak. Semakin dangkal alurnya, semakin sedikit air yang dapat dibuang, dan semakin besar kemungkinan ban kehilangan kontak dengan jalan ketika melintasi genangan. Dalam imbauannya tentang aquaplaning, Korlantas Polri meminta pengguna jalan memastikan ketebalan ban masih memenuhi standar dan tidak gundul, agar kemampuan ban membuang air tetap optimal.

Ban dengan alur dangkal membuat genangan lebih berbahaya, dan kecepatan serta jarak perlu disesuaikan dengan keadaan itu. Kecepatan yang diimbau Korlantas saat melintasi genangan menjadi bagian dari berkendara aman ketika hujan turun, bersama penghapus kaca yang bersih dan jarak yang lebih lebar. Bila musim hujan sudah dekat dan alur ban mendekati indikatornya, penggantian sebelum hujan pertama adalah pilihan yang bijak.

Rotasi dan catatan posisi ban

NHTSA memasukkan kelalaian merotasi ban, bersama tekanan angin yang kurang, ke dalam perawatan buruk yang dapat berujung ban kempis, pecah, atau tapaknya terlepas. Ban di roda penggerak dan roda kemudi dapat aus dengan kecepatan yang berbeda dari ban di poros lain. Buku manual sebagian mobil menganjurkan rotasi, yaitu memindahkan posisi ban secara berkala agar keausan lebih merata, lengkap dengan pola pemindahan dan jaraknya. Bila anjuran itu tersedia, pakailah pola dari buku tersebut, bukan pola dari mobil lain.

Ban berpola searah dirancang berputar ke satu arah saja, yang ditandai panah di dinding ban. Ban seperti ini tidak dapat dipindahkan secara silang begitu saja. Sebagian mobil juga memakai ukuran ban depan dan belakang yang berbeda, sehingga rotasinya terbatas. Setiap kali rotasi dilakukan, catat posisi setiap ban, supaya ketika satu ban menunjukkan keausan tak wajar Anda tahu di roda mana ban itu sebelumnya terpasang.

Satu, dua, atau empat ban sekaligus

Penggantian tidak selalu harus empat ban sekaligus, tetapi ban pada poros yang sama sebaiknya serupa dalam ukuran, jenis, dan tingkat keausan. Ban dengan kedalaman alur yang sangat berbeda pada satu poros dapat membuat mobil berperilaku tidak seimbang, terutama saat mengerem di jalan basah. Bila hanya satu ban yang rusak, tanyakan kepada tukang ban apakah pasangannya pada poros yang sama perlu ikut diganti.

Mobil berpenggerak empat roda dapat memiliki ketentuan khusus tentang perbedaan ukuran dan keausan antarban, karena perbedaan putaran roda dapat membebani sistem penggeraknya. Buku manual mobil jenis ini menjadi rujukan utama sebelum mengganti satu atau dua ban saja.

Ukuran yang cocok dengan mobil

Menurut NHTSA, ban baru sebaiknya berukuran sama dengan ban asli kendaraan atau mengikuti ukuran lain yang direkomendasikan pabrikan kendaraan. Ukuran yang direkomendasikan tercantum di label kendaraan dan buku manual. Selain ukuran, perhatikan indeks beban dan simbol kecepatan pada dinding ban; keduanya tidak boleh lebih rendah daripada yang ditetapkan pabrikan untuk mobil Anda.

Ukuran di dinding ban ditulis dalam susunan angka dan huruf. Misalnya, tulisan 185/65 R15 berarti lebar penampang ban, yaitu lebar dari dinding ke dinding, sekitar 185 milimeter, tinggi dinding ban 65 persen dari lebar penampang itu, konstruksi radial, dan diameter pelek 15 inci. Angka indeks beban dan huruf simbol kecepatan tercetak di dekatnya. Cocokkan seluruh susunan itu dengan label kendaraan, bukan hanya angka pertamanya.

Peraturan di Indonesia memakai ukuran yang sama dari sisi kelaikan. Pasal 16 PP 55/2012 mensyaratkan ban bertekanan memiliki adhesi yang cukup, baik di jalan kering maupun di jalan basah, serta pelek dan ban yang ukuran dan kemampuannya disesuaikan dengan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) kendaraan. Indeks beban di dinding ban adalah cara produsen ban menyatakan kemampuan itu, sehingga ban pengganti dengan indeks lebih rendah daripada anjuran pabrikan bukan penghematan, melainkan ban yang dibebani di luar rancangannya. Pasal 47 peraturan yang sama juga menyebut ban cadangan berukuran sama dengan ban yang terpasang, atau boleh lebih sempit tapaknya selama diameter keseluruhannya sama, sehingga perubahan ukuran keempat ban ikut menyangkut ban cadangan yang tersimpan di bagasi.

Mengganti ukuran pelek atau ban di luar pilihan yang direkomendasikan pabrikan bukan sekadar urusan tampilan. Diameter roda yang berubah dapat menggeser pembacaan penunjuk kecepatan dan odometer, mengubah ruang antara ban dan spakbor, serta memengaruhi kerja sistem pengereman antipenguncian dan kontrol stabilitas yang dirancang untuk ukuran tertentu. Bila ingin mengubah ukuran, tanyakan dahulu kepada bengkel resmi dan periksa buku manual tentang ukuran yang diizinkan.

Ban lama belum tentu berukuran asli, misalnya bila pemilik sebelumnya sudah menggantinya. Karena itu, cocokkan pilihan ban dengan label kendaraan, bukan hanya dengan tulisan di ban yang akan dilepas. Setelah ban baru terpasang, tekanan angin tetap mengikuti angka pabrikan kendaraan, bukan angka yang tertera di dinding ban baru.

Tambalan dan ban cadangan

Ban cadangan ikut menua walaupun hampir tidak pernah menyentuh jalan, jadi kode tanggalnya dicatat bersama empat ban lain dan ban itu tidak dipakai menggantikan ban utama yang sudah habis tapaknya. Batas kecepatan ban darurat yang lebih kecil, boleh tidaknya lubang di tapak ditambal, dan perlunya ban dibuka dari pelek untuk dilihat dari dalam termasuk urusan tukang ban yang memegang ketentuan produsen. Ban darurat berukuran kecil dapat membuat mobil terasa berbeda saat mengerem dan menikung, jadi kemudikan dengan tenang sampai ban utama kembali terpasang. Tekanannya diukur bersama ban lain, mengikuti cara cek tekanan ban mobil yang memakai angka label kendaraan.

Catat setiap tambalan: ban yang mana, di bagian mana, dan tanggalnya. Catatan itu membantu tukang ban menilai ulang ban tersebut ketika Anda merencanakan perjalanan jauh.

Ban pada mobil bekas yang baru dibeli

Mobil bekas datang dengan ban yang riwayatnya tidak Anda ketahui. Periksa kelima ban, termasuk ban cadangan, satu per satu. Lihat kode tanggal produksinya, cocokkan ukurannya dengan label kendaraan, dan perhatikan apakah keempat ban yang terpasang sejenis. Ban dengan merek, pola, atau umur yang berbeda-beda pada satu mobil tidak selalu berbahaya, tetapi layak ditanyakan kepada penjual dan dinilai tukang ban.

Keausan tidak merata pada ban mobil bekas memberi petunjuk tentang riwayat mobil, misalnya penyetelan roda yang lama tidak diperiksa atau komponen kaki-kaki yang perlu perhatian. Masukkan temuan itu ke dalam pertimbangan dan anggaran pembelian, bersama hasil pencocokan surat dan nomor rangka mobil bekas yang dilakukan sebelum membayar. Setelah mobil menjadi milik Anda, mulailah catatan ban dari nol: tanggal pemeriksaan, kedalaman alur, posisi, dan tanggal produksi setiap ban.

Di toko ban: yang ditanyakan dan diperiksa

Sebelum membayar, pastikan beberapa hal. Ukuran, indeks beban, dan simbol kecepatan cocok dengan label kendaraan. Tanggal produksi tidak terlalu jauh dari tanggal pembelian. Ban baru dipasang dengan penyeimbangan roda, dan tanyakan apakah pentil perlu diganti bersamaan. Bila ban lama aus tidak merata, minta pemeriksaan penyetelan roda.

Ban asli pabrikan pada mobil keluaran baru dapat merupakan ban berhambatan gulir rendah, yang dirancang agar mobil memakai energi lebih sedikit untuk setiap kilometer yang ditempuhnya. Menurut NHTSA, penurunan hambatan gulir sebesar 10 persen diperkirakan memperbaiki efisiensi bahan bakar 1 sampai 2 persen, dan ban pengganti dengan sifat serupa juga tersedia di pasar purnajual. Bila konsumsi bahan bakar mobil Anda terasa naik setelah ganti ban, tanyakan kepada toko apakah ban lama termasuk jenis itu, dan catat konsumsi beberapa siklus sebelum dan sesudahnya agar perbandingannya jujur. Tanyakan pula apakah ada pemberitahuan penarikan kembali untuk merek dan tipe ban yang ditawarkan; NHTSA mengingatkan bahwa ban pun dapat ditarik kembali karena cacat, dan toko yang menjualnya semestinya dapat menjawab pertanyaan itu untuk tipe yang ditawarkan.

Perhatikan juga tanda arah putaran pada ban berpola searah dan tanda sisi luar pada ban yang polanya tidak simetris. Minta petugas memastikan ban terpasang sesuai tanda itu, karena ban yang terbalik arahnya tidak bekerja sesuai rancangan, terutama di jalan basah.

Setelah beberapa ratus kilometer pertama, perhatikan apakah ada getaran atau tarikan yang sebelumnya tidak ada, lalu kembalikan mobil ke toko bila keluhan itu muncul. Ukuran, jenis, tanggal pemasangan, dan kilometer saat itu sebaiknya tertulis di nota pembelian, karena keterangan itu diperlukan untuk menilai umur ban kelak dan untuk menanyakan jaminan bila ada cacat produksi.

Ditanyakan sebelum ban diganti

Alur ban masih dalam, tetapi dinding ban dipenuhi retak halus. Masih layak dipakai?

Retak halus dapat menjadi tanda karet mulai menua. Tukang ban perlu menilai seberapa dalam retakan itu dan melihat tanggal produksi ban. Retakan yang melebar, dalam, atau disertai benjolan membuat ban perlu diganti walaupun alurnya masih tebal.

Mudik dengan mobil penuh tinggal sepekan lagi, sementara alur ban sudah dekat dengan indikatornya. Ganti sekarang atau sepulangnya?

Ganti sebelum berangkat. Muatan penuh, jarak jauh, dan kemungkinan hujan di perjalanan menambah beban pada ban yang tapaknya tinggal sedikit, dan mencari toko ban di kota yang asing lebih merepotkan daripada menggantinya di dekat rumah.

Benjolan muncul di dinding ban setelah roda menghantam lubang. Seberapa berbahaya?

Benjolan menandakan lapisan penguat di dalam ban sudah rusak dan karet terdorong keluar oleh tekanan udara. Ban seperti ini dapat pecah tiba-tiba, sehingga tidak dipakai berjalan lagi. Pasang ban cadangan bila tempatnya aman, atau minta layanan darurat atau tukang ban datang.

Mengapa toko ban menanyakan ukuran di label kendaraan, bukan hanya ukuran ban lama?

Ban yang terpasang belum tentu berukuran asli pabrikan. Label kendaraan dan buku manual mencantumkan ukuran yang direkomendasikan, sehingga keduanya menjadi patokan yang lebih pasti daripada tulisan di ban lama.

Bahan rujukan

  • PP 55/2012 tentang Kendaraan, salinan JDIH BPK. Pasal 64 ayat (2) huruf j dan Pasal 73 tentang kedalaman alur ban paling sedikit satu milimeter. Pasal 16 ayat (3) dan (4) tentang adhesi ban serta ukuran dan kemampuan pelek dan ban sesuai JBB, dan Pasal 47 tentang ukuran ban cadangan. Diakses 17 Oktober 2026.
  • UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, salinan JDIH BPK. Pasal 285 ayat (2) tentang ancaman pidana bagi pengemudi mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis, termasuk kedalaman alur ban. Sanksi terkini dibaca bersama UU 1/2026, bukan alternatif kurungan pada rumusan 2009. Diakses 17 Oktober 2026.
  • Korlantas Polri, Jangan Percaya Hoaks Polisi Akan Denda Rp 250 Ribu untuk Ban Gundul. Penjelasan bahwa kabar denda baru untuk ban gundul adalah hoaks, bahwa sanksi kendaraan tidak laik jalan sudah lama diatur UU 22/2009 Pasal 48 dan 285, serta ajakan mengganti ban yang aus atau gundul. Diakses 17 Oktober 2026.
  • Korlantas Polri, Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Hindari Kecepatan di Atas 80 Km/Jam. Ketebalan ban yang tidak gundul agar kemampuan membuang air tetap optimal. Diakses 17 Oktober 2026.
  • NHTSA, Tire Safety. Alasan berhenti memakai ban, indikator keausan bawaan, anjuran umur ban dari sebagian produsen, pembacaan empat digit terakhir nomor identifikasi ban, penuaan ban cadangan, anjuran ukuran ban pengganti, ban berhambatan gulir rendah, penarikan kembali ban, dan akibat kelalaian rotasi; konteks teknis luar negeri, bukan aturan Indonesia. Diakses 17 Oktober 2026.
  • USTMA, Tire Repair Basics. Batas reparasi area tapak, larangan reparasi bahu/tepi sabuk, batas lubang 6 mm, inspeksi setelah ban dilepas, dan batas produsen yang dapat lebih ketat; pedoman industri Amerika Serikat, bukan ketentuan hukum Indonesia. Diakses 22 Oktober 2026.
  • UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (JDIH BP2MI). Rumusan Pasal 285 ayat (2) pada Lampiran I: pelanggaran persyaratan teknis mobil dikenai denda paling banyak Rp500.000. Ketentuan penghapusan kurungan Pasal II ayat (3) huruf a dibaca bersama pengecualian nominal untuk UU 22/2009 pada ayat (4). Diakses 22 Oktober 2026.